5 Domain Utama Information Technology Infrastructure Library
1.Service Strategy
– mengisyaratkan bahwa setiap organisasi semacam perusahaan harus memiliki sebuah StrategiPelayanan yang menjadi panduan bagi setiap aktivitas “services” yang terjadi dalam perimeter organisasi. Secara prinsip,strategi ini berisi bagaimana cara dan mekanisme yang dianut serta perlu dilakukan oleh seluruh pemangku kepentinganorganisasi di dalam usahanya untuk memberikan layanan yang baik.
contoh : di aktivitas Financial Management, jumlah orang dan dana adalah yang merekatkan keseluruhan infrastruktur ICT dan organisasi.
2.Service Design
– memperlihatkan bagaimana organisasi merancang ekosistem (infrastruktur dan superstruktur) teknologiinformasi untuk memenuhi atau melayani para pemangku kepentingannya. Melalui desain ini, diharapkan tercipta suatulingkungan kondusif bagi divisi teknologi informasi dalam memberikan layanan prima ke segenap individu, kelompok,dan unit/divisi pengguna pada organisasi.
contoh : The design of appropriate and innovative IT
services, including their architectures, processes,
policies and documentation, to meet current and
future agreed business requirements.
3.Service Transition
– menggambarkan bagaimana organisasi bertransformasi atau menjalankan perubahan menujurancangan lingkungan pelayanan yang diinginkan. Tahapan transisi ini harus dikawal dengan sebaik-baiknya agar efektifdan tidak terjadi chaos.
contoh : client saat ini menggunakan Microsoft Windows XP. Kemudian
ada proyek yang akan mengganti XP ke Windows 7 pada seluruh komputer.
Service Transition berfungsi untuk memastikan bahwa proyek ini dilakukan
secara sistematis, untuk mencegah gangguan yang terjadi di sisi client.
4.Service Operation
– mendeskripsikan secara detail dan jelas mengenai inti dari rangkaian proses manajemen, yaitupengelolaan pelayanan itu sendiri pada tahap operasionalnya. Di sinilah para pelanggan internal maupun eksternal (pemangku kepentingan) akan mendapatkan langsung manfaat dari keberadaan teknologi informasi dan komunikasi.
contoh :incident management. dalam sebuah perusahaan insiden sangat
harus dihindari karena dapat menimbulkan kerugian yang tidak
diinginkan. Incident management ini
bertujuan untuk menormalisasi service operasi secepat-cepatnya dalam
rangka memimalisasi efek bagi bisnis.
5.Continual Service Improvement
– mengingatkan perlunya dilakukan perbaikan berkesinambungan terus menerus darimasa ke masa. Hal ini tidak saja berarti bahwa organisasi yang bersangkutan senantiasa belajar dan selalu berkembangdari masa ke masa, namun mengandung makna bahwa organisasi selalu siap menghadapi berbagai perubahan karena dinamika global.
contoh : CSI mengkombinasikan berbagai prinsip dan metode dari
manajemen kualitas, salah satunya adalah Plan-Do-Check-Act (PDCA) atau
yang dikenal sebagi Deming Quality Cycle.
Continual Service Improvement memastikan bahwa organisasi harus
berkembang dan secara berkala review untuk meningkatkan layanan kepada
para pelanggan.
https://id.wikipedia.org/wiki/ITIL
15 Mar 2016
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar